Awas Kebanyakan! Makanan Manis selama Puasa Hanya Boleh Segini

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-jumlah-makanan-manis-puasa
Photo Credit: Flickr.com/Monic Marcus

DokterSehat.Com– Siapa sih yang tahan dengan godaan makanan manis saat berbuka puasa? Ya, seperti istilah yang sering kita dengar: berbukalah dengan yang manis, maka makanan manis menjadi erat kaitannya dengan puasa. Makanan manis yang tepat, memang dianjurkan dikonsumsi saat berbuka puasa, namun bukan berarti porsinya boleh asal, lho.

Perlu diketahui, kebutuhan energi tubuh kita saat puasa tidaklah berbeda dengan kebutuhan pada saat tidak sedang puasa .

Hal ini tentu juga berlaku dengan angka kebutuhan konsumsi gula, sehingga dengan adanya istilah di atas bukan berarti kebutuhan akan makanan manis gula jadi meningkat saat puasa ya.

Makanan manis memang bisa menggantikan energi tubuh dengan cepat setelah setelah seharian berpuasa, namun asupanya haruslah tetap pada batasan sesuai kebutuhan tubuh kita masing-masing.

Lalu, berapa batas porsi makanan manis saat puasa?

Batas porsi makanan manis menjadi penting diperhatikan agar asupan gula dalam tubuh tidak berlebihan. Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI, angka maksimal gula yang boleh dikonsumsi oleh orang dewasa adalah sebanyak 50 gram atau setara dengan 5 sendok makan gula pasir. Hal ini merupakan kondisi umum yang berlaku pada saat puasa maupun tidak puasa.

Angka tersebut dibuat agar kita bisa mudah mengaplikasikannya pada makanan manis yang paling umum, yaitu gula pasir, namun yang penting diketahui, sebenarnya angka 50 gram tersebut adalah angka maksimal dari asupan gula yang mencakup berbagai makanan manis, misalnya minuman manis kemasan, sirup, camilan kemasan bergula, roti dengan topping cokelat manis dan olahan takjil yang biasanya dibuat dengan tambahan pemanis.

Mudahnya, kita hanya dianjurkan mengonsumsi 5 porsi setara 50 gram atau setara 5 sendok makanan manis dalam sehari, angka ini adalah angka maksimal yang perlu diperhatikan sebelum makan manis, utamanya saat puasa.

Tips mengatur konsumsi minuman manis saat puasa

Maka dari itu, kita perlu menyiasati bagaimana pengaturan makan manis saat puasa agar asupan gula dalam tubuh tidak berlebihan, diantaranya adalah:

1.Selalu rencanakan apa yang akan Anda konsumsi dalam satu hari

Membuat catatan rencana menu beserta minum apa saja yang akan Anda konsumsi dalam satu hingga tiga hari ke depan menjadi salah satu cara agar asupan gula dalam tubuh bisa terkontrol.

Dalam mencatat menu ini, pastikan Anda memerhatikan berapa porsi dan pembagian waktu konsumsi gula yang tepat selama puasa, ya.

2.Perhatikan berapa porsi gula

Seperti yang telah disebutkan, satu porsi gula sama dengan satu sendok makan gula pasir atau setara dengan 10 gram gula. Terapkan batas porsi ini dalam mengontrol asupan gula Anda selama puasa ya.

Pastikan gula atau sirup yang Anda gunakan sebagai tambahan minuman manis tidak lebih dari 1 sendok makan, sedangkan pada minuman atau makanan manis kemasan kandungan gulanya tidak lebih dari 10-12 gram gula dalam satu porsinya.

Jika Anda membatasi penggunaan gula dengan tepat dalam satu kali minum atau makan manis maka dalam satu hari Anda boleh mengonsumsinya selama 5 kali.

Lain halnya jika dalam satu kali penggunaan gula pasir, atau satu saji produk kemasan, Anda menggunakan lebih dari 1 sendok makan atau kandungan gula pada produk kemasan tersebut lebih dari 10 gram .

Maka batas konsumsi 5 kali dalam sehari tidak lagi berlaku dan Anda hanya dianjurkan mengonsumsi makanan atau produk kemasan manis maksimal sebanyak 2-3 kali dalam sehari, ya.

3.Bagi waktu konsumsi minuman manis dengan tepat

Saat puasa pembagian kapan waktu konsumsi makanan manis sebaiknya Anda tentukan dengan seimbang ya. Hal ini akan mendukung penyerapan gula lebih merata dalam tubuh.

Anda bisa mengonsumsi 1 porsi makanan manis saat berbuka puasa, setelah konsumsi air putih dan takjil manis yang bukan karbohidrat sederhana yaitu kurma atau buah.

Setelah itu Anda bisa menggunakan 1 porsi menjelang ibadah salat tarawih, 1 porsi setelah ibadah tarawih dan 1 porsi lagi saat sahur. Pengaturan waktu dengan porsi yang tepat seperti ini akan efektif membatasi dan mengontrol asupan gula dalam tubuh lebih teratur, ‘kan?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Post a Comment

0 Comments