Seputar Sindrom Kelelahan Kronis

Apakah Anda tidak jarang  merasa lelah walau  sudah istirahat  atau beristirahat lumayan  sepanjang hari? Jika iya, dapat  jadi urusan  itu  menandakan suatu situasi  yang dinamakan  sindrom keletihan  kronis.

Sindrom keletihan  kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS) ialah  kondisi yang ditandai dengan rasa lelah sepanjang waktu. Hal ini pasti  akan meminimalisir  kualitas hidup penderitanya, sebab  keluhan lelah yang terus-menerus akan menciptakan  penderita CFS merasa tidak bertenaga guna  bekerja atau melakukan kegiatan  lainnya.



Berbeda dengan kelelahan sebab  menjalani kegiatan  fisik berat atau sedang tidak fit, sindrom keletihan  kronis yang diderita oleh beberapa orang  bahkan dapat  menimbulkan rasa lelah yang lumayan  berat sampai  membuat mereka susah  beranjak dari lokasi  tidur.

Gejala Sindrom Kelelahan Kronis
Sindrom keletihan  kronis bisa  menimbulkan fenomena  yang bervariasi, tergantung tingkat keparahan dari situasi  yang dirasakan  setiap penderita. Seseorang disebutkan  mengalami sindrom keletihan  kronis andai  ia tidak jarang  atau terus-menerus merasa lelah sekitar  lebih dari 6 bulan tanpa penyebab yang jelas.

Di samping  kelelahan, fenomena  yang bisa  muncul dampak  gangguan kesehatan ini merupakan :

Nyeri otot dan sendi.
Sakit kepala.
Sulit berkonsentrasi.
Gangguan tidur, contohnya  menjadi susah  tidur, semakin tidak jarang  tidur, atau tidak jarang  terbangun ketika  tertidur.
Pusing ketika  duduk atau berdiri sebab  tekanan darah menurun.
Masalah psikologis, laksana  emosi tidak terkendali, tidak jarang  panik, dan cemas.
Pembengkakan kelenjar getah bening.
Sakit tenggorakan.
Selain sejumlah  gejala di atas, penderita sindrom keletihan  kronis juga dapat  merasakan fenomena  lain, laksana  menggigil dan berkeringat di malam hari, gangguan pencernaan, dada berdebar, serta mati rasa atau kesemutan di unsur  tubuh tertentu.

Penyebab Sindrom Kelelahan Kronis
Hingga ketika  ini, penyebab tentu  sindrom keletihan  kronis masih belum diketahui. Namun, sejumlah  faktor berikut diperkirakan  dapat menambah  risiko seseorang untuk terpapar  sindrom ini:

Kelemahan pada sistem kekebalan tubuh.
Penyakit autoimun.
Gangguan hormon, misalnya dampak  penyakit tiroid.
Stres berlebihan.
Gangguan psikologis, laksana  depresi dan gangguan cemas.
Penyakit kanker.
Infeksi virus dan bakteri.
Untuk meyakinkan  apakah seseorang menderita sindrom keletihan  kronis, maka perlu dilaksanakan  pemeriksaan oleh dokter. Dalam menilai  diagnosis, dokter akan mengerjakan  pemeriksaan jasmani  dan mencari  riwayat keluhan yang dialami  oleh pasien.

Dokter pun  akan mengerjakan  serangkaian pengecekan  untuk mendeteksi apakah terdapat sejumlah  faktor risiko di atas. Setelah meyakinkan  diagnosis dan hal  risikonya, dokter akan menyerahkan  penanganan yang sesuai.

Pengobatan Sindrom Kelelahan Kronis
Sejauh ini, memang belum terdapat  metode penyembuhan  yang sepenuhnya efektif guna  menyembuhkan sindrom keletihan  kronis. Namun, sejumlah  langkah penanganan dapat  diupayakan guna  meringankan fenomena  sindrom keletihan  kronis dan menolong  penderita guna  dapat pulang  bekerja dan beraktivitas dengan lancar.

Setelah diketahui apa hal  risiko yang bisa  menjadi pencetus fenomena  sindrom keletihan  kronis pada penderita, maka dokter bakal  menangani hal  resiko tersebut. Berikut ini ialah  bentuk penanganan yang dapat  dilakukan untuk menanggulangi  sindrom keletihan  kronis:

Pemberian obat-obatan
Dokter akan menyerahkan  obat-obatan untuk menanggulangi  gangguan yang diperkirakan  menjadi pemicu sindrom keletihan  kronis.

Misalnya, bila  fenomena  sindrom keletihan  kronis muncul dampak  depresi, maka dokter akan menyerahkan  obat antidepresan untuk menanggulangi  depresi tersebut. Obat ini juga dapat  digunakan untuk menolong  pasien istirahat  lebih nyaman.

Di samping  itu, dokter pun  dapat meresepkan obat pereda nyeri atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), laksana  ibuprofen dan aspirin, guna  mengobati keluhan nyeri yang dialami  penderita.

Psikoterapi
Di samping  mengonsumsi obat-obatan, dokter pun  akan menganjurkan  psikoterapi untuk menolong  menenangkan benak  penderita sindrom keletihan  kronis. Di samping  itu, cara  ini juga dapat  digunakan untuk mencari  lebih lanjut penyebab sindrom keletihan  kronis, andai  kondisi ini dicurigai muncul sebab  masalah psikologis.

Salah satu format  psikoterapi yang sering dipakai  untuk menolong  penderita sindrom keletihan  kronis ialah  terapi kognitif perilaku.

Terapi fisik
Meski merasa lelah, penderita CFS tetap perlu teratur  berolahraga. Hal ini sebab  melakukan olahraga enteng  ternyata terbukti efektif guna  meringankan fenomena  sindrom keletihan  kronis.

Untuk menambah  stamina tubuh penderita sindrom keletihan  kronis, dokter dapat  menyarankan terapi jasmani  berupa graded exercise, yakni  latihan jasmani  yang dimulai  dengan intensitas rendah, lalu dinaikkan  secara bertahap sesuai keterampilan  pasien.

Di samping penyembuhan  medis, penderita sindrom keletihan  kronis juga dianjurkan  untuk membetulkan  pola hidup menjadi lebih sehat. Beberapa evolusi  yang dapat dilaksanakan  adalah:

Membatasi asupan minuman berkafein dan beralkohol.
Berhenti merokok.
Mengurangi stres dengan mengerjakan  relaksasi.
Beristirahat dengan cukup. Usahakan untuk istirahat  7-8 jam masing-masing  malam.
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Berolahraga secara rutin cocok  rekomendasi dokter.
Jika kita  terus-menerus merasa lelah atau tidak bertenaga, sampai menciptakan  Anda tidak jarang  tidak masuk kerja atau tidak dapat  melakukan kegiatan  sehari-hari, maka usahakan  segera periksakan diri ke dokter. Hal ini penting dilaksanakan  untuk memahami  apakah Anda merasakan  sindrom keletihan  kronis dan menggali  tahu apa penyebabnya.

Post a Comment

0 Comments